AksaraKaltim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memberikan perhatian serius terhadap penerapan konsep Sekolah Ramah Anak (SRA) di seluruh jajaran SMP Negeri.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan perlindungan siswa di lingkungan sekolah.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan bahwa penciptaan lingkungan belajar yang aman dan inklusif merupakan kunci utama untuk menunjang proses pendidikan yang optimal.
Menurutnya, suasana sekolah yang mendukung akan merangsang siswa untuk lebih aktif, kreatif, dan berkembang secara menyeluruh.
“Suasana belajar yang nyaman dan inklusif sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan,” ujar Abdu Safa Muha, Sabtu (11/04/2026).
Abdu Safa menjelaskan bahwa konsep Sekolah Ramah Anak tidak hanya fokus pada satu titik, melainkan mencakup berbagai aspek fundamental. Hal ini meliputi pola interaksi yang positif antara tenaga pendidik dengan peserta didik, hingga aspek fisik berupa penyediaan fasilitas yang aman.
Beberapa poin utama dalam penerapan SRA di Bontang meliputi, memastikan guru dan siswa menjalin komunikasi yang sehat tanpa diskriminasi. Lalu, menyediakan infrastruktur sekolah yang mendukung kebutuhan dan perlindungan anak. Terakhir, menyelaraskan prestasi akademik dengan kesejahteraan psikologis siswa.
Dengan penerapan konsep ini, Disdikbud berharap kualitas pendidikan di Kota Bontang dapat meningkat secara signifikan, baik dari sisi pencapaian akademik maupun dari aspek kenyamanan serta perlindungan hak anak di sekolah.
“Dengan konsep ini, kualitas pendidikan meningkat dari sisi akademik dan kenyamanan siswa,” pungkasnya.






