AksaraKaltim – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DPK) Kota Bontang pada Kamis (04/06/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat langsung bagaimana pengelolaan layanan publik di bidang literasi dan kearsipan.
Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Hamdiah menyampaikan apresiasi atas kualitas pelayanan yang diterapkan DPK Bontang. Yang mana petugas mampu memberikan pelayanan dengan sikap ramah, sopan, dan mengedepankan pendekatan humanis kepada pengunjung.
Selain itu, Hamdiah juga menyoroti kerapian lingkungan kerja serta penampilan pegawai yang dinilai mencerminkan profesionalisme tinggi. Kondisi tersebut dinilai berhasil menciptakan suasana nyaman yang membuat perpustakaan menjadi ruang publik yang diminati berbagai kalangan.
“Pelayanan yang profesional dan suasana yang nyaman adalah kunci utama dalam membangun minat baca serta tertib administrasi,” ungkap Hamdiah.
Tidak hanya dari sisi pelayanan, Hamdiah juga mengapresiasi adanya fasilitas penunjang seperti teater mini di area gedung juga menjadi perhatian. Ruang tersebut dirancang modern dengan konsep edukatif menyerupai bioskop mini yang tertata ergonomis.
“Ini sangat menarik bagi pelajar dan generasi muda,” timpalnya.
Hamdiah menilai fasilitas tersebut dapat menjadi contoh bagi pengembangan layanan perpustakaan di Kutai Kartanegara. Ia berharap inovasi serupa dapat diadopsi untuk meningkatkan kualitas layanan publik di daerah lain.
“Kami berharap DPK Bontang terus mempertahankan dan meningkatkan inovasi yang sudah ada agar manfaatnya semakin luas,” bebernya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala DPK Kota Bontang, Retno Febriaryanti, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya menghadirkan layanan yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi pengunjung.
“Prinsip kami adalah bagaimana perpustakaan dan layanan kearsipan ini bisa menjadi ruang publik yang nyaman, inklusif, dan menyenangkan untuk semua kalangan. Karena literasi itu harus hadir dengan pendekatan yang humanis,” ujar Retno.






