AksaraKaltim – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, melakukan pemantauan terhadap penjualan sapi kurban di Jalan Pupuk Raya, Guntung, Bontang Utara, Senin (25/5/2026).
Dari pantauan lapangan, sapi kurban dari peternak tersebut hanya sisa dua ekor yang belum terjual dari 125 ekor sapi yang tersedia tahun ini.
“Hewan kurban yang ada saat ini dinyatakan sehat dan layak konsusmsi oleh masyarakat Bontang. Dipastikan aman dan sehat dari penyakit,” kata Agus Haris.
Kata dia, pada tahun ini terdapat peningkatan hewan kurban yang masuk ke Bontang ada sekitar 1.522 ekor sapi. Di tahun sebelumnya hanya ada sekitar 1.200an ekor.
Hal menunjukkan tren positif terhadap perekonomian warga Bontang, karena daya beli hewan kurban mengalami peningkatan.
“Artinya, peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya bagi yang muslim wajib berkurban bagi yang mampu. Disisi lain perekonomian Bontang dari tahun ke tahun ada perbaikan dan inflasi bontang masih terjaga atau stabil,” paparnya.
Diakhir, AH-sapaannya mengucap terima kasih terhadap Puskeswan Bontang yang rutin memberikan pembinaan dan responsif bila mendapatkan kabar bila ada sapi luar yang baru tiba di Kota Bontang.
“Pembinaan yang dilakukan puskeswan terhadap peternak sapi yang ada di Bontang juga dinilai sangat baik dan sangat rewsponsif,” paparnya.
Kabid Peternakan, DKP3 Bontang, drh. Riyono menerangkan untuk sapi kurban dari yang masuk ke Kota Taman berasal dari Sulswesi, NTT, Bali dan Jawa. Di tahun ini tidak ada sapi luar yang di larang masuk karena secara status daerah sudah sama untuk se Indonesia dengan katagori zona hijau.
“Tiap hewan luar yang masuk ada surat keterangan sehat dari wilayah pengirim dan semua dinyatakan sehat setelah diperksa sesampainya disini. Total sapi yang masuk ada 1.502 ekor sapi, kambing 1.522 ekor dan Domba 97 ekor,” kata dia. (Adv)






