AksaraKaltim – Peringatan Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia yang rutin digelar sekolah-sekolah di Bontang, menunjukkan nilai-nilai nasionalisme Indonesia tetap terjaga.
Meski di tengah gempuran era digital dan budaya luar, namun peringatan Bulan Bahasa tetap terjaga, bukti kokohnya patriotisme kebahasaan bangsa Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha mengatakan meskipun laju perkembangan digital begitu pesat. Tapi, tradisi peringatan Bulan Bahasa selalu dipertahankan dan diperingati setiap tahun. Hal ini merupakan bukti bahwa kecintaan terhadap Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan Republik Indonesia tidak tergerus.
“Artinya, patriotisme Indonesia masih tersimpan. Nilai-nilai itu tetap menjadi benteng di tengah gempuran budaya dari luar yang kini mudah diakses melalui platform digital,” kata Safa Muha.
Menurutnya, peringatan Bulan Bahasa harus bisa beradaptasi supaya tidak ditinggalkan oleh generasi saat ini. Disdikbud Bontang mengusulkan adanya kolaborasi antara peringatan Bulan Bahasa dengan perkembangan digital saat ini.
Tujuannya agar bahasa Indonesia tidak hanya dijaga di lingkungan sekitar pelajar maupun masyarakat. Namun juga diperkenalkan di platform digital atau sosial media.
“Alangkah indah dan lebih bermanfaat jika kegiatan peringatan Bulan Bahasa dikolaborasikan dengan perkembangan digital sekarang. Dengan begitu, apa yang dijaga tidak hilang dan bisa menyesuaikan dengan perkembangan saat ini, bahkan jangkauannya bisa lebih luas,” tambahnya.
Diketahui, Bulan Bahasa dan Sastra masuk dalam agenda nasional yang diselenggarakan setiap bulan Oktober setiap tahun, untuk mengingat sejarah krusial kelahiran bahasa Indonesia.
Peringatan ini didasarkan pada momen bersejarah Sumpah Pemuda yang diselenggarakan pada 28 Oktober 1928, di mana salah satu butirnya menetapkan bahasa persatuan.
Tujuan utama penyelenggaraan Bulan Bahasa adalah untuk menumbuhkan semangat dan peran masyarakat dalam menanggulangi masalah kebahasaan dan kesastraan.






