AksaraKaltim – Video seorang pemuda yang diduga mengancam menggunakan pistol di kawasan Samarinda Ulu, Kalimantan Timur, viral di media sosial.
Polisi yang menyelidiki peristiwa itu dan memastikan benda yang digunakan bukan senjata api, melainkan pistol mainan.
Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Asriadi mengatakan, pihaknya langsung bergerak ke lokasi setelah menerima informasi dari unggahan yang beredar di media sosial.
“Dari informasi yang beredar, anggota langsung melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara. Hasil penyelidikan menunjukkan memang benar terjadi peristiwa tersebut. Selanjutnya kami menghubungi korban dan mengamankan terlapor untuk dimintai keterangan,” kata Asriadi saat dikonfirmasi di Polsek Samarinda Ulu, Kamis (2/7/2026).
“Kami pastikan benda yang digunakan dalam dugaan pengancaman tersebut adalah senjata mainan,” ujarnya.
Asriadi menjelaskan, kejadian bermula saat RI (18) dihubungi oleh orangtua kekasihnya karena anak mereka beberapa hari tidak kunjung pulang ke rumah. RI kemudian mencari keberadaan sang pacar dan menemukannya sedang bersama korban berinisial SR (17) beserta sejumlah temannya sedang berada di rumah warga Samarinda Ulu berinisial SPR (55).
Saat itulah terjadi adu mulut hingga RI mengeluarkan pistol mainan yang dibawanya. Menurut Asriadi, tujuan pelaku mengeluarkan pistol mainan itu agar pacarnya bersedia pulang.
Dia berharap pacarnya segera pulang. Senjata itu hanya dikeluarkan, tidak digunakan untuk melukai siapa pun,” ujarnya.
Polisi juga mendalami informasi yang menyebut pelaku diduga mengonsumsi minuman keras sebelum kejadian. Namun hingga kini dugaan tersebut belum terbukti.
“Sementara ini belum kami temukan fakta bahwa yang bersangkutan mengonsumsi minuman keras. Namun informasi itu tetap kami dalami,” kata Asriadi.
Setelah dilakukan mediasi, korban dan pelaku sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.
“Kedua belah pihak sudah kami pertemukan bersama orangtua masing-masing. Mereka sepakat berdamai sehingga perkara ini diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Asriadi.
Ia menambahkan, polisi juga tidak menemukan adanya dugaan pemukulan dalam peristiwa tersebut.
Menurutnya, hanya terjadi kontak fisik ringan saat keributan berlangsung. Sementara itu, SPR (55) mengaku tidak melaporkan kejadian tersebut karena pelaku telah datang ke rumahnya untuk meminta maaf sesaat setelah insiden terjadi.
“Anaknya datang ke rumah minta maaf. Saya lihat pistolnya juga cuma mainan. Karena masih muda, saya pikir tidak perlu diperpanjang,” kata SPR.
Menurut SPR, peristiwa itu terjadi pada Jumat sore ketika sejumlah remaja sedang berkumpul menghabiskan waktu libur sekolah.
Meski belakangan diketahui pistol yang digunakan hanyalah mainan, ia mengatakan teman-teman korban sempat ketakutan karena mengira benda tersebut merupakan senjata api sungguhan.
“Anak-anak yang ada di situ ketakutan. Mereka trauma karena awalnya mengira itu pistol sungguhan. Saat kejadian mereka tidak tahu kalau itu hanya mainan,” ujarnya.
(Kompas.com)






