AksaraKaltim – Pemerintah Kota Bontang mendorong seluruh guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) agar melanjutkan pendidikan minimal Diploma IV (D1) atau Strata I (S1) agar memenuhi kualifikasi pendidikan saat ini.
Apalagi Pemkot Bontang sudah mengalokasikan anggaran Rp10 miliar untuk program beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada 2026. Meski salah satu syarat penerima beasiswa memiliki maksimal usia 25 tahun.
“Ayo, guru PAUD yang belum S1 lanjutkan pendidikannya, kan ada UKT dan sudah dianggarkan Rp10 miliar tahun ini. Biar bisa sertifikasi,” ujar Neni Moerniaeni saat menghadiri Halal Bi Halal yang digelas Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bontang, Rabu (15/4/2026).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha mendorong guru PAUD yang belum memiliki sertifikasi agar bisa melanjutkan pendidikannya minimal hingga jenjang S1.
Hal ini dilakukan sebagai komitmen pemerintah daerah untuk memastikan kualitas pendidikan di Kota Taman terus meningkat melalui standarisasi kompetensi guru yang diakui secara nasional.
“Harus S1 baru bisa sertifikasi sekarang, jadi saya mendorong guru PAUD agar bisa melanjutkan pendidikan. Baik secara mandiri atau mengikuti program beasiswa di Pemkot Bontang.
Dari informasi yang diterima, sampai saat ini, total guru di Bontang yang sudah bersertifikasi ada sebanyak 1.257 orang. Terdiri dari guru PAUD atau TK sampai jenjang SMP. Khusus bagi guru jenjang PAUD yang belum memiliki sertifikasi ada sebanyak 111 orang. (Adv)






