Disdikbud Bontang Tegaskan Tak Terapkan WFA/WFH, Tatap Muka Dinilai Jauh Lebih Efektif

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha. (Aksara Kaltim)

AksaraKaltim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang memilih tidak menerapkan work from anywhere (WFA) maupun work from home (WFH).

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha menerangkan, untuk dunia pendidikan jika diberlakukan WFH/WFA dirasa kurang efektif. Karena untuk pembelajaran tidak akan maksimal ke depannya.

“Kalau saya disuruh memilih, tetap pilih tatap muka, karena lebih efektif,” terangnya belum lama ini.

BACA JUGA:  Disdikbud Pastikan Kartu Bontang Pintar Terealisasi di Tengah Pemangkasan Anggaran

Kata dia, jika pembelajaran dilakukan secara WFH/WFA, maka guru tidak akan bisa maksimal dalam melakukan pengawasan saat pembelajaran. Begitu juga dengan peserta didik, tidak akan bisa menyerap secara maksimal materi yang diajarkan oleh guru.

“Kalau belajar kembali ke online, siapa yang ngawasin anak-anak nantinya saat pembelajaran,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan bahwa kebijakan kerja fleksibel, baik work from anywhere (WFA) maupun work from home (WFH), tidak mengurangi kewajiban Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugas dan menjaga kedisiplinan.

BACA JUGA:  Disdikbud Bontang Bahas Perubahan Penganggaran 2025

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menekankan bahwa fleksibilitas kerja bukan berarti ASN dapat bekerja secara santai tanpa pengawasan dari pimpinan.

“WFA maupun WFH bukan libur. ASN tetap wajib bekerja, ada absensi, dan harus responsif. Jika tidak melaksanakan tugas atau tidak merespons saat dibutuhkan, tentu akan ada sanksi, termasuk pemotongan TPP,” ujar Sri, Rabu (1/4/2026). (Adv)