AksaraKaltim – Jagat maya dihebohkan dengan mencuatnya dugaan praktik pungutan liar (pungli) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bontang. Isu miring ini viral setelah curhatan seorang netizen melalui akun Indahayuwahyuni224 di platform Threads menyebar cepat hingga ke grup-grup WhatsApp.
Dalam unggahannya, pemilik akun yang mengaku sebagai keluarga salah satu warga binaan tersebut membongkar deretan pungutan tak resmi di dalam lapas. Mulai dari biaya air bersih, sewa televisi, hingga iuran kegiatan tertentu disebut-sebut harus ditebus demi mendapatkan kenyamanan di balik jeruji besi. Ia otoritas terkait segera mengusut tuntas kasus ini dan menyapu bersih para oknum yang bermain.
Merespons hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lapas Kelas IIA Bontang, Huzaifah Makmur Hidayah menegaskan pihaknya akan segera menelusuri kebenaran kabar burung tersebut.
Huzaifah mengaku, baru saja mengemban amanah sebagai pimpinan sementara di Lapas Bontang.
“Bakal kami telusuri informasi tersebut. Saya baru juga menjabat di sini,” ujar Huzaifah saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/7/2026).
Ia memastikan, berdasarkan aturan kedinasan yang berlaku, sama sekali tidak ada pungutan tambahan yang dibebankan kepada warga binaan maupun keluarga mereka oleh petugas lapas. Namun, mengenai kemungkinan adanya pengumpulan dana sepihak antarwarga binaan di dalam sel, Huzaifah menyatakan hal itu masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.
“Saya belum bisa memastikan. Saya baru 15 hari bekerja di sini dan hal ini akan kami telusuri terlebih dahulu,” imbuhnya.
Huzaifah berkomitmen tidak akan tinggal diam. Jika dari hasil pemeriksaan internal nanti ditemukan adanya keterlibatan petugas lapas yang terbukti bermain pungli, tindakan tegas siap dijatuhkan. Pihaknya akan langsung menyusun Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk dilaporkan ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM agar diproses sesuai ketentuan disiplin ASN.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk menjaga situasi dan kondisi Lapas Bontang tetap kondusif, serta memastikan setiap riak persoalan ditangani dengan serius.
“Selama saya memimpin di sini, saya pastikan menjaga kondusivitas. Pesan dari Kanwil sudah sangat jelas, jangan menjadi penyumbang masalah. Karena itu, laporan ini pasti kami tindak lanjuti,” pungkasnya.






