AksaraKaltim – Pemerintah Kota Bontang resmi menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kalimantan Timur.
Dokumen laporan keuangan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, kepada Kepala Perwakilan BPK Kaltim, Mochammad Suharyanto, di Auditorium Nusantara, Gedung BPK RI, Samarinda, Selasa (31/3/2026, lalu.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengungkapkan bahwa penyerahan LKPD ini merupakan wujud komitmen kuat Pemkot Bontang dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang bersih. Kami pastikan seluruh jajaran Pemkot Bontang siap kooperatif dalam menghadapi proses pemeriksaan oleh tim BPK,” ujar Agus Haris kepada awak media.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BPK Kaltim, Mochammad Suharyanto, menjelaskan bahwa setelah penyerahan dokumen unaudited ini, pihaknya memiliki waktu hingga akhir Mei 2026 untuk menyelesaikan proses pemeriksaan.
Ia menekankan pentingnya kelengkapan dokumen pendukung dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar pemeriksaan berjalan efektif.
“Kerja sama dari seluruh kepala daerah dan OPD sangat dibutuhkan agar pemeriksaan menghasilkan gambaran utuh mengenai pengelolaan keuangan daerah. Kami juga mengingatkan pentingnya percepatan tindak lanjut atas rekomendasi hasil pemeriksaan sebelumnya,” tegas Suharyanto.
Di tempat yang sama, Gubernur Kaltim Rudi Mas’ud yang turut hadir menyerahkan LKPD provinsi, mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah dan BPK. Menurutnya, pemeriksaan ini bukan sekadar kewajiban konstitusi, melainkan mekanisme check and balance untuk memastikan APBD berdampak nyata bagi masyarakat.
“Pengelolaan APBD harus memberikan manfaat optimal. Saya mendorong seluruh kabupaten dan kota di Kaltim untuk terus memperkuat tata kelola dan konsisten antara perencanaan dengan realisasi anggaran,” pungkas Gubernur Rudi.
Melalui penyerahan LKPD tepat waktu ini, Pemkot Bontang berharap dapat kembali mempertahankan predikat opini keuangan terbaik sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap penggunaan anggaran daerah.






