AksaraKaltim – Menjaga standar mutu pendidikan, SMP Negeri 1 Bontang sukses melaksanakan Tes Kompetensi Akademik (TKA) perdana bagi 310 siswanya.
Dalam satu ruang maksimal jumlah siswa hanya diperbolehkan 25 orang. Mengingat banyaknya siswa sekolah tersebut. Tes dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada 6 dan 7 April 2026, lalu. Sementara gelombang kedua dilakukan pada 8 April 2026, kemarin.
Pada gelombang pertama dibagi menjadi tiga sesi, dalam setiap sesi terdapat 75 siswa yang melakukan tes. Artinya dalam tiga sesi terdapat setidaknya 225 siswa. Pada gelombang kedua hanya dilakukan dua sesi, sesi pertama 75 pelajar dan sesi kedua 10 orang peserta didik.
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kota Bontang Riyanto menegaskan, jika SMP Negeri 1 Bontang selalu menjaga mutu pendidikan anak-anaknya. Bahkan dia berani memberikan jaminan pendidikan bagi peserta didiknya yang ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Baik dari segi bakat, minat dan kebutuhan pendidikan lainnya bagi mereka.
“Jadi kami ada semacam jaminan untuk anak-anak mempersiapkan ke jenjang yang lebih tinggi, baik bakat, minat dan kebutuhan anak-anak sendiri,” terangnya, Kamis (9/4/2026).
Mengenai TKA, sebelum pelaksanaan, SMP Negeri 1 Bontang telah membentuk tim panitia pelaksanaan tes tersebut. Meski TKA merupakan pertama kali dilaksanakan yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK secara serentak dengan sistem online.
Menurut Ariyanto, hal berbasis daring bukan hal yang tabu bagi peserta didik dibawah asuhannya di SMP Negeri 1 Bontang. Sebelumnya, bagi pelajar kelas VIII diwajibkan mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang merupakan kebijakan pemerintah pusat. Sehingga TKA bagi siswa kelas IX yang berbasi onlie bukan masalah berarti bagi pelajar sekolah tersebut.
“Anak-anak kami sudah terbiasa berbasis online, karena TKA ini online maka bukan suatu kendala,” ujarnya.
Adapun mata pelajaran yang diujikan dalam TKA adalah literasi untuk Bahasa Indonesia dan numerasi di Matematika. Hal ini pun sudah terbiasa dipelajari peserta didiknya.
“Alhamdulillah semua lancar, karena dua mata pelajaran itu yang memang rutin dipelajari anak-anak,” diakhirinya. (Adv)






