AksaraKaltim – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang tengah intensif membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kepemudaan. Regulasi ini dirancang untuk memperkuat peran serta generasi muda dalam roda pembangunan di Kota Taman.
Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, menyatakan bahwa pihak legislatif berkomitmen penuh untuk mengakomodasi berbagai usulan strategis dari elemen kepemudaan agar masuk ke dalam draf regulasi tersebut.
Salah satu usulan menonjol yang dinilai sebagai bentuk kearifan lokal adalah keinginan pemuda untuk terlibat aktif dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Selain itu, mereka juga mendorong adanya klausul pembinaan kepemudaan secara berkala oleh perusahaan lokal melalui pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
“Semua usulan kami tampung. Mereka ingin dilibatkan dalam semua bentuk pembangunan Kota Bontang, dan memang sudah seharusnya semangat pemuda itu begitu,” ujar Rustam.
Rustam tidak menampik bahwa keterlibatan pemuda sempat meredup dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, hal itu terjadi karena dinamika internal organisasi kepemudaan di Bontang yang sempat terpecah hingga menjadi tiga kepengurusan.
Perpecahan tersebut membuat pemerintah daerah sempat mengalami kebingungan, terutama dalam menentukan mekanisme pengalokasian anggaran yang tepat.
Namun, kondisi tersebut kini telah berubah. Rustam menyambut baik kembalinya persatuan pemuda di Bontang dan menegaskan kesiapan DPRD Bontang bersama pemerintah daerah untuk memfasilitasi gerak mereka.
“Alhamdulillah, dengan sudah bersatunya pemuda Bontang, kami di DPRD dan pemerintah siap mewadahi mereka. Karena mereka adalah tongkat estafet untuk pembangunan Bontang selanjutnya,” tegas politikus Golkar tersebut.
Sementara, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bontang mengusulkan mekanisme Musyawarah Pembangunan Pemuda (Musbangda) untuk diakomodasi ke dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kepemudaan yang tengah dibahas.
Wadah ini disiapkan sebagai ruang resmi bagi generasi muda untuk menuangkan ide dan gagasan untuk pembangunan Kota Taman yang lebih baik.
Ketua DPD KNPI Kota Bontang, Indra Wijaya, menjelaskan bahwa Musbangda dirancang dengan sistem berjenjang agar mampu menyerap aspirasi dari tingkat paling bawah hingga ke struktur pemerintahan kota.
“Alurnya dimulai dari pemuda akar rumput di tingkat kelurahan, khususnya rekan-rekan pemuda yang aktif di tingkat RT. Seluruh usulan mereka akan ditampung terlebih dahulu untuk dibawa ke tingkat kecamatan,” ujar Indra.






